About Me

My photo
Alamat: Jl. Andi Nohong No.51 , Panreng, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kode Pos 91652. Email : kaharuddin.anwar@gmail.com FB : Kaharuddin Anwar Pin BBM : 53BBE933 atau lewat telpon/sms di: LINE, WHATSAPP, WECHAT (aktif) 082332115544 dan 081342115544

Tuesday, January 15, 2013

Ketika Penyakit gumboro susah untuk diobati

Anda mungkin pernah mengalami ternak-ternak ayam anda yang terkena penyakit gumboro sangat sulit untuk disembuhkan meskipun telah diobati dengan berbagai macam obat-obatan baik obat-obatan tradisional maupun obat-obatan kimia. Nah untuk sekedar informasi cara pencegahannya silahkan baca artikel di bawah ini: Seperti diketahui untuk menggapai performa optimal, kesehatan ayam harus terjaga prima. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ayam dari serangan penyakit adalah hal yang mutlak. Tugas tersebut tidaklah selalu mudah karena seiring dengan waktu, masing-masing penyakit juga mengembangkan cara sendiri untuk menembus pertahanan yang dibuat peternak. Hal ini diperlihatkan dari beberapa penyakit yang masih tetap eksis di Indonesia, salah satunya ialah Gumboro. Gumboro (infectious bursal disease/IBD), penyakit yang muncul pertama kali di daerah Dellaware (Amerika Serikat) di tahun 1957 ini, masih tetap ada hingga kini di Indonesia. Seluruh tipe ayam mulai dari pedaging, petelur, pembibit, pejantan dan juga buras rentan terhadap Gumboro. Menelusuri catatan penyakit di Indonesia, kita akan menemukan bahwa Gumboro sempat menyebabkan outbreak di tahun 1991. Adalah strain very virulent infectious bursal disease (vvIBD) yang menyebabkan outbreak tersebut. Virus ini juga menyebabkan outbreak Gumboro di Eropa tahun 1987. Pada outbreak di Indonesia, tingkat kesakitan mencapai 100% sedangkan tingkat kematian hingga 30% pada pedaging dan 60% pada petelur (Ignatovic et al., 2003) Semenjak itu, kejadiannya berlangsung sporadik (tidak teratur dan tersebar) di Indonesia hingga sekarang. Data Technical Service Medion memperlihatkan bahwa Gumboro selalu berada di 10 besar penyakit selama 2006-2009 baik di ayam pedaging maupun petelur. Hal ini mengindikasikan penyakit ini masih tetap mengintai di sekitar kita. Kenali Penyebab Gumboro Penyakit ini disebabkan oleh virus IBD yang berasal dari famili (keluarga) virus Birnaviridae dan genus Avibirnavirus. Virus ini memiliki dua serotype yaitu I dan II. Hanya serotype I yang patogenik (menimbulkan sakit) pada ayam. Serotype II menyerang kalkun dan tidak patogenik pada ayam. Virus Gumboro dengan mikroskop elektron (Sumber : www.answers.com) Struktur virus ini tidak beramplop, berbentuk simetris ikosahedral dan berisi dua utas rantai RNA (Ribonucleic Acid) (en.wikipedia.org). Dikarenakan tidak beramplop, virus ini memiliki kelebihan yaitu lebih stabil terhadap perubahan di lingkungan. Virus Gumboro tetap stabil dalam rentang pH yang luas (2-8), terpapar enzim proteolitik di usus seperti tripsin dan panas (60oC selama 30 menit tetap infektif) (MacLachlan dan Stott, 2004). MacLachlan dan Stott (2004) juga menyatakan bahwa virus IBD masih bisa ditemukan di kandang yang telah dipanen lebih dari 100 hari (tanpa didesinfeksi). Juga tahan terhadap sebagian besar golongan desinfektan kecuali Formades, Desinsep, Sporades, Antisep dan Neo Antisep. Virus Gumboro hanya ditularkan secara horisontal dengan media penular utama ialah feses. Virus IBD di dalam feses masih infektif (mampu menginfeksi ayam lain,red) hingga 122 hari setelah dieksresikan (dikeluarkan) oleh ayam. Sedangkan virus di dalam air minum dan pakan ayam masih infektif hingga 52 hari setelah dieksresikan. Tempat air minum, pakan, kandang dan benda-benda lain juga dapat berperan sebagai media penular jika terkontaminasi feses yang mengandung virus Gumboro. Transmisi virus secara vertikal (dari induk ke anak atau via telur) tidak terjadi. Begitupun dengan ayam yang carrier atau ayam yang membawa virus tapi tidak sedang sakit Gumboro, juga tidak ditemukan sehingga ayam yang sembuh dari Gumboro tidak berpotensi menularkan virus ke lingkungan. Anak ayam berumur 22-35 hari ternyata paling rentan terhadap serangan Gumboro. Keterangan ini diperkuat dengan data Technical Service Medion selama tahun 2006-2009 yang menyebutkan Gumboro paling sering menyerang ayam pedaging umur 22-28 hari dan ayam petelur umur 29-35 hari (Grafik 1). Grafik 1. Rata-rata Sebaran Umur Infeksi Gumboro pada Ayam Pedaging dan Petelur (dalam Persen) Sumber : Data Technical Service Medion, 2010 Immunosuppressive Immunosuppressive menjadi karakteristik yang paling dikhawatirkan dari infeksi Gumboro. Hal ini dikarenakan virus ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh ayam khususnya organ bursa Fabricius yang terletak di bagian atas lubang dubur (kloaka) ayam. Bursa Fabricius dapat ditemukan hingga 6 bulan, meski begitu pada umur lebih muda (4-5 bulan) bisa saja organ ini sudah tidak ditemukan karena proses menghilangnya organ ini turut dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Bursa Fabricius merupakan tempat berkumpulnya sebagian besar sel limfosit B (salah satu sel darah putih) yang belum matang (immature). Sel ini akan mengalami pematangan di bursa Fabricius. Selain di bursa Fabricius, sel ini juga terdapat di thymus dan limpa dengan jumlah yang jauh lebih sedikit. Limfosit B yang matang kemudian bila bertemu dengan antigen (bibit penyakit) akan teraktivasi dan membentuk antibodi sebagai tanggap kebal ayam. Sayangnya, virus Gumboro menyerang sel limfosit B yang belum matang ini sehingga terjadi penurunan jumlah limfosit B yang matang. Keadaan ini berimbas pada menurunnya jumlah antibodi yang terbentuk sehingga disebut immunosuppressive (keadaan dimana tanggap kebal tubuh tertekan) dan menjadi karakteristik dari penyakit Gumboro. Secara patologi anatomi, hal ini akan tampak sebagai kerusakan bursa Fabricius termasuk beberapa organ kekebalan lain seperti thymus dan limpa meski dalam taraf yang lebih ringan. Gejala Klinis dan Patologi Anatomi Kasus Gumboro Berdasarkan penampakan gejala klinisnya, Gumboro dibedakan menjadi dua yaitu subklinis dan klinis : 1. Gumboro subklinis Seperti namanya, Gumboro ini tidak menampakkan gejala klinis. Penyakit ini biasa terjadi pada ayam yang berumur kurang dari 3 minggu. Meski tidak menampakkan gejala klinis, Gumboro subklinis dapat dideteksi dengan beberapa cara yaitu: Recording bisa menjadi alarm peringatan dini yang baik karena bisa mendeteksi adanya penurunan produktivitas ayam misalnya penurunan laju pertambahan bobot badan. Tanda ini mengindikasikan ada gangguan pada tubuh anak ayam. Pengambilan sampel darah anak ayam di umur 1-4 hari dimana anak ayam dengan titer antibodi (induk,red) rendah beresiko terserang Gumboro subklinis. Bedah bangkai. Tindakan ini akan meneguhkan terjadinya infeksi Gumboro subklinis dimana akan ditemukan atrofi (mengecilnya ukuran) bursa Fabricius khususnya sebelum 20 hari dimana bursa Fabricius seharusnya membesar. Gumboro subklinis menyerang bursa Fabricius ketika perkembangan jumlah limfosit B di bursa Fabricius sangat pesat. Gangguan pada fase ini sulit dikompensasi di umur selanjutnya. Jika sudah begitu, tubuh ayam tidak bisa membentuk antibodi secara optimal sehingga ayam dalam kondisi immunosuppressive yang lama. Kondisi ini akan membawa gangguan-gangguan antara lain: Ayam menjadi rentan terhadap berbagai macam infeksi sekunder. Infeksi tersebut bisa berasal Pasteurella multocida, Mycoplasma gallisepticum, virus ND, IB, AI dan sebagainya. Jika terjadi kematian maka akan berlangsung lama dengan jumlah yang meningkat dari hari ke hari. Kegagalan vaksinasi disebabkan oleh ketidakoptimalan tubuh ayam menggertak antibodi terhadap virus vaksin yang masuk. Gejala yang paling sering ditemui ialah reaksi post vaksinasi yang lebih besar terutama pada vaksinasi menggunakan vaksin aktif Meski tidak menimbulkan kematian (kecuali ada infeksi sekunder), Gumboro subklinis tetap menimbulkan kerugian. Penelitian pada farm pedaging komersial di Eropa menunjukkan infeksi Gumboro subklinis menyebabkan kerugian 28% dibanding farm yang sehat. Kerugian ini berasal dari penurunan pertambahan bobot badan, peningkatan FCR dan sebagainya. 2. Gumboro klinis Gumboro ini biasanya menyerang ayam di atas umur 3 minggu. Gumboro ini dapat dideteksi dengan gejala klinis berupa diare putih, bulu kusam, ayam sering mematuki bulu di sekitar dubur, peradangan di sekitar dubur, gemetar dan ayam tampak lesu. Gejala ini akan tampak 2-3 hari setelah infeksi (masa inkubasi). Tingkat kematian karena infeksi ini bervariasi antara 0,5–60%. Kematian mulai terjadi sejak hari kedua infeksi lalu meningkat terus hingga 2-3 hari kemudian dan akan menurun secara cepat pada hari ke-7 atau ke-8 (pemulihan kurang dari 1 minggu). Pada bedah bangkai, akan ditemukan pembengkakan dari bursa Fabricius disertai edema, kekuningan dan kadang-kadang berdarah terutama pada ayam yang telah mati. Juga terdapat pembesaran limpa dan buluh darah serta perdarahan garis di otot dada dan paha sering terjadi. Ditemukan pula pembengkakan ginjal disertai endapan asam urat (warna putih,red) di tubulus akibat dari dehidrasi (kekurangan cairan). Gambar Gumboro klinis. Ayam meringkuk (A), pada bedah bangkai ditemukan perdarahan bergaris di otot paha (B), peradangan dan pembengkakan bursa Fabricius (C) pembengkakan ginjal (D) (Sumber : Tony Unandar) Update Gumboro Berbicara tentang Gumboro berarti membicarkan gangguan tanggap kebal tubuh ayam yaitu immunosuppressive. Dalam keadaan immunosuppressive ayam mudah terserang penyakit lain semisal CRD, CRD kompleks, colibacillosis, ND, AI, kolera, korisa dan lain-lain. Data Technical Services Medion sepanjang tahun 2006-2009 memperlihatkan bahwa penyakit CRD dan juga ND adalah penyakit yang paling sering muncul bersama Gumboro. Pada ayam pedaging tercatat juga Gumboro sering berkomplikasi dengan CRD kompleks, korisa dan colibacillosis sedangkan di ayam petelur ada korisa, koksidiosis dan kolera. Di antara penyakit tersebut, komplikasi ND dan Gumboro perlu diperhatikan karena keduanya disebabkan virus yang hingga kini belum ada obatnya sehingga memerlukan keputusan yang cermat saat melakukan penanganan. Penanganan Kasus Gumboro Saat terjadi kasus Gumboro, pertimbangkan baik-baik mana yang lebih dahulu ditangani. Jika terjadi komplikasi dengan penyakit lain, umumnya penanganan kasus Gumboro lebih diprioritaskan dibanding kasus lain dengan alasan immunosuppressive. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan jika ada kasus Gumboro : 1. Isolasi, desinfeksi dan pengeluaran feses Penyakit Gumboro sangat mudah menular dengan tingkat morbiditas (kesakitan) mencapai 100%. Tingginya tingkat morbiditas ini ditunjang dengan adanya ayam sakit yang terus mengeluarkan partikel virus serta keberadaan virus di feses. Oleh karena itu, lakukan pemisahan ayam yang sakit. Juga jika memungkinkan keluarkan feses (dan litter,red) saat terjadi outbreak Gumboro untuk menghilangkan sumber penularan virus (yang bersembunyi di feses,red). Tempat minum ayam (TMA dan TMAO) dan tempat ransum ayam (TRA) perlu didesinfeksi dengan Neo Antisep. Desinfeksi air minum juga perlu dilakukan dengan menggunakan Neo Antisep atau bisa juga dengan Desinsep. 2. Terapi pendukung (supportive therapy) Berikan air gula 2-5% untuk memulihkan stamina ayam. Tambahkan vitamin (Vita Stress atau Fortevit) serta menghidupkan pemanas/ IGM untuk meringankan gejala penyakit dan mengurangi tingkat stres ayam. Pada kasus Gumboro yang mengalami pembengkakan ginjal, berikan Gumbonal untuk membantu meringankan gejala penyakit. Antibiotik spektrum luas seperti Proxan-C, Proxan-S atau Doctril (pilih salah satu) dapat digunakan untuk mencegah infeksi sekunder. Tindakan revaksinasi tidak dianjurkan mengingat tidak optimalnya tanggap kebal ayam. Pencegahan Kasus Gumboro Selanjutnya Setelah Gumboro berlalu, peternak harus mengevaluasi beberapa hal agar kasusnya tidak terulang kembali. Beberapa yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus Gumboro : 1. Mengoptimalkan masa persiapan kandang Optimalisasi masa persiapan kandang dapat membantu mengeliminasi virus Gumboro. Lakukan desinfeksi kandang dengan baik dan benar mulai dari penurunan litter dan pengeluaran feses dari farm. Kemudian kandang disikat dan disabun lalu lalu dibiarkan hingga kering. Lalu didesinfeksi dengan Formades atau Sporades. Sanitasi juga peralatan kandang dengan Neo Antisep misalnya TMA, TRA dan TMAO. Lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Hindari mengeringkan dengan sinar matahari agar tidak merusak peralatan. Terakhir, taruh peralatan kandang yang sudah disanitasi dalam kandang yang sudah didesinfeksi. Tutup tirai kandang dan istirahatkan selama minimal 14 hari sebelum chick in. Jangan lupa untuk melakukan penyemprotan insektisida untuk mengeliminasi kumbang Alphitobius diaperinus yang berperan menyebarkan virus Gumboro (vektor). Kumbang Alphitobius diaperinus yang berperan sebagai vektor Gumboro (Sumber : entnemdept.ufl.edu) 2. Evaluasi program vaksinasi Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi program vaksinasi yaitu cara memvaksinasi, kapan vaksinasi dilakukan dan vaksin apa yang digunakan. Untuk itu, diperlukan recording yang baik. Ambil contoh jika di suatu farm pedaging komersial sering terjadi kasus Gumboro di umur 24-26 hari. Tingkat kematian sebesar 9% sedangkan vaksinasi hanya sekali dengan Medivac Gumboro B umur 18 hari. Pertanyaannya apakah yang dilakukan sudah tepat ? Tindakan di atas masih belum tepat. Evaluasi pertama ialah terlalu dekatnya jarak waktu kejadian penyakit dengan waktu vaksin (+7 hari). Padahal antibodi hasil vaksinasi aktif paling cepat baru mencapai titer protektif pada +14 hari post vaksinasi. Saran yang diberikan ialah memajukan vaksinasinya menjadi di umur 10 hari. Bila pada periode pemeliharaan berikutnya masih terjadi kasus Gumboro, ubah kembali program vaksinasi menjadi 7 dan 14 hari dengan Medivac Gumboro A. Evaluasi juga dilakukan terhadap jenis vaksin yang digunakan. Untuk tingkat kematian yang tinggi (>5%), Medivac Gumboro A lebih tepat digunakan sehingga saran yang diberikan ialah mengganti jenis vaksin dengan Medivac Gumboro A di umur 10 hari. Untuk farm pedaging yang rawan Gumboro pada umur >3 minggu sekaligus rawan ND bisa dilakukan program Medivac ND-Gumboro Emulsion dan Medivac ND Hitchner B1 di umur 4 hari. Di umur 7 hari divaksin dengan Medivac Gumboro A Keterangan : * Medivac Gumboro A untuk daerah yang sering terserang Gumboro pada umur 3 minggu ** Medivac Gumboro A atau Medivac Gumboro B di daerah yang sering terserang penyakit Gumboro pada umur lebih dari 3 minggu. Gunakan Medivac Gumboro A jika wabah disebabkan virus Gumboro yang sangat ganas dengan kematian lebih dari 5% *** Vaksinasi ulang ayam petelur pada masa produksi dapat menggunakan vaksin aktif atau inaktif. Agar penentuan waktu vaksinasi lebih tepat sebaiknya dilakukan monitoring titer antibodi tiap bulan Bagian Research and Development Medion (2010) telah melakukan trial Medivac ND-Gumboro Emulsion pada ayam pedaging. Pada umur 4 hari ayam divaksin dengan Medivac ND-IB dan Medivac ND-Gumboro Emulsion. Kemudian di umur 11 hari dengan Medivac Gumboro A dan dilanjutkan pada umur 22 hari dengan Medivac ND Clone 45. Dari trial tersebut didapatkan hasil bahwa program vaksinasi kombinasi aktif inaktif menggunakan Medivac ND-Gumboro Emulsion mampu menggertak antibodi ND dan Gumboro (Grafik 2 dan 3). Titer antibodi ND dan Gumboro mencapai titer protektif 3 minggu sejak vaksinasi Medivac ND-Gumboro Emulsion (umur 4 hari) Semoga dengan informasi yang telah disampaikan kasus Gumboro tidak lagi membandel. (sumber: infomedion.co.id)

Friday, January 4, 2013

Mempersiapkan proses pengeraman untuk ayam aduan

Untuk mendapatkan ayam aduan yang unggul kita harus mempersiapkan proses pengeraman dengan baik agar anakan yang dihasilkan bisa sehat dan bagus. Tahapan persiapan bias dilakukan dengan melakukan metode berikut : Telur yang akan ditetaskan harus diseleksi terlebih dahulu, jangan pilih telur yang ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil, pilih ukuran telur yang sama besar satu dengan yang lainnya. Kulit telur harus bersih, tidak kotor atau tidak pecah. Hal ini akan memperngaruhi indukannya, karena indukan akan cenderung mematuk telur yang kotor atau pecah. Sebelum ditetaskan, sebaiknya telur tidak disimpan lebih dari 14 hari, apalagi pada musim panas. Sebaiknya diperiksa apakah suhu yang dihasilkan indukan untuk penetasan bias mencapai suhu 50-60 derajat Fahrenheit dan tidak boleh lebih dari 65 derajat Fahrenheit atau sekitar 38,3 derajat celcius. Kelembaban dalam ruangan sebaiknya diatur hingga mencapai 80 % – 90 % untuk memberikan kesejukan pada indukan, atau taruh sarang eram berdekatan dengan air. Sebelum mengerami, indukan betina sebaiknya dijaga kesehatan dan staminanya agar pada saat mengerami kondisinya tidak droop dan ayam tidak mudah lelah selama proses pengeraman. Pada saat musim kemarau, ayam betina tidak akan menetaskan telur dengan baik, tingginya suhu akan membuat ayam betina mudah lelah. Untuk mengatasinya kita harus menyemprotkan air pada induk tersebut pada pagi dan sore hari agar ayam tidak mudah lelah dan tidak mudah turun dari sarang eramnya. Bila ayam betina tidak mau mengerami telur atau ragu-ragu untuk mengerami telur, cobalah ganti dengan telur dari betina lainnya atau mengakalinya dengan telur palsu agar dierami. Upaya ini dilakukan untuk mencegah telur-telur yang dipiliih dipatuk indukan. Jika selama 1-2 hari indukan tersebut mau mengerami telurtersebut maka segera ganti telur tersebut dengan telur yang sudah kita pilih. Telur 1-2 dari indukan sebaiknya tidak ditetaskan karena biasanya telur tersebut tidak berkualitas. Satu induk ayam bias menerami antara 10-12 butir telur atau tergantung kemampuan ayam menutupi seluruh telur dengan badan dan bulu-bulunya. Jika indukan memproduksi telur melebihi kapasitas eramnya, segera pindahkan telur tersebut untuk dierami oleh indukan lainnya. Induk akan mengerami telurnya sepanjang malam dan akan mencari makan pada pagi hari. Ketika siang hari, ayam akan mengerami telur selama kurang lebih 2 jam, kemudian turun untuk mencari makan. Setelah cukup makan ia akan kembali mengerami telurnya kembali, setelah kurang lebih 2 jam , indukan tersebut akan mencari makan kembali, demikian seterusnya hingga sepanjang hari. Pada saat proses pengeraman, sebaiknya siapkan makanan dan minuman didekat tempat pengeraman agar indukan tidak terlalu lama meninggalkan tempat pengeraman untuk mencari makanan. Jangan sampai membiarkan indukan ayam kelaparan karena hal ini akan menurunkan naluri indukan tersebut untuk mengerami telurnya. Selain itu jika indukan ayam terlalu banyak diganggu, maka akan meninggalkan sarang eram mereka dan tidak mau lagi mengerami telurnya.

Saturday, December 29, 2012

Cara mempercepat rontoknya bulu ayam yang sedang mabung

Proses pergantian bulu pada ayam yang sedang mabung memang cukup lama, kadang saya sampai bosan dan gak sabar menunggunya. Dalam kondisi mabung pola bertarung akan berubah, karena bulu-bulu yang sedang tumbuh di sekitar leher, punggung, maupun ekor masih belia dan mengandung darah. Dalam keadaan ini ketika terkena patukan ayam atau kena pukul akan mengakibatkan luka pada bulu yang sedang tumbuh. Kadang ayam merasa geli atau risih ketika kita pegang apalagi kalau sedang di abar. Pengalaman dari Pakde ... ayamnya yang sedang mabung di coba dengan ayam lebih muda, hasilnya ayam tidak terlalu agresif dan cenderung lemas tenaganya, hanya beberapa menit ayam ini pun lari. Dari kasus di atas mungkin tidak hanya saya atau pakde ... yang mengalami, beberapa penghobi ayam aduan lainnya bisa saja mengalami pengalaman serupa. Nah dari hasil uji coba yang dilakukan beliau menuturkan bagaimana cara mempercepat rontoknya bulu ayam jago ketika mabung sehingga proses mabung menjadi lebih cepat. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Ayam yang sedang mabung dikurung, dengan kondisi kurungan tertutup kain. Seperti burung murai yang berada dalam kurungan di krakap kain. Biarkan selama 1 minggu jangan pernah di pindahkan dari kurungan dan jangan di buka krakapnya. Krakap dibuka hanya ketika diberi makan dan minum saja. Beri makan "Krese" mungkin anda menyebutnya udang rebon. Selama proses ini kotoran ayam tidak usah dibersihkan, dan sekali lagi krakap jangan dibuka. Tujuannya adalah agar tekanan kelembaban / suhu angat dalam kurungan tidak keluar. Hal inilah yang menyebabkan proses rontoknya bulu. Setelah kurang lebih 1 minggu bulu-bulu yang lama rontok akan berganti dengan yang baru, krakap sudah boleh dibuka. Untuk mempercepat tumbuhnya bulu, beri suplemen minyak ikan satu butir perhari, berikan selama tiga hari saja, karena jika terlalu banyak biasanya bulu yang tumbuh terlalu lembut dan lemas.

Saturday, December 15, 2012

Cara melatih ayam bangkok supaya otot-ototnya kuat

Melatih ayam bangkok supaya otot-otonya kuat banyak sekali variasiya, cara paling benar adalah dengan sering main ke arena gelanggang & ke kandang teman-teman sesama pecinta ayam bangkok , maka kita akan dapat menyerap ilmu yg diterapkan. Latihan dasar untuk pembentukan otot ayam bangkok polanya & cara bermacam-macam. Cara 1: Untuk menguatkan kuda-kuda ayam bangkok & otot sayap ada yg memasukkan ayam bangkok dlm kurungan kemudian digantung 1 m dgn tali & diputar perlahan, biasakan ayam bangkok dlm kondisi tersebut tiap hari selama 5 jam. Cara 2: Tiap malam ayam bangkok ditaruh pada tali karet/ tali tambang yg lentur & selalu bergerak sehingga kaki ayam bangkok akan terbiasa mencengkeram kuat & selalu terjaga untuk tidak terjatuh. Cara 3: Dengan cara mengkondisikan ayam bangkok selalu loncat ke atas sampai beberapa kali, caranya yaitu pada sore/malam hari ayam bangkok dimasukkan ke gulungan karet dgn diameter 1 m dgn tinggi 70 cm (bisa pakai karet geber), ayam bangkok yg dimasukkan akan berusaha keluar & meloncat ke bibir karet masukkan lagi sampai beberapa kali. Yang terpenting adl porsi latihan yg disesuaikan dgn kondisi ayamnya yg diimbangi dgn ransum & suplemen vitamin yg berimbang. Jika latihan tidak terukur maka justru akan merusak ayam Bangkok. Teknik melatih & merawat ayam bangkok bisa berbeda tetapi tujuannya sama untuk meningkatkan kualitas ayam Bangkok. (sumber: buka-mata.blogspot.com)

Pola pemberian pakan pada ternak ayam bangkok

Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan gizi (sakit kuning). Untuk pemberian makanan pokok / utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih : Tipe Ayam Jalu, Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas. Tipe Pukul, Makanan yang diberikan harus lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan. Dalam pemberian makanan, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan. Makanan/Vitamin Suplemen Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut: Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, bisa menggunakan vitamin yang alami yaitu : 1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat) 1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam) 1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali. Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh latihan jajal): 1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu) 1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan) 1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam) Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan. Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita. Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan. Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar. (sumber: wirausahaayambangkok.blogspot.com)

Tips memelihara ayam bangkok saat musim panas/kemarau

Usahakan kandang ayam bangkok berada di tempat teduh, Kandang harus bebas dari debu, Lakukan penyiraman pada tanah di area kandang dengan air , Bersihkan kandang setiap hari dari bekas kotoran yang menempel di dalam kandang, Beri makan ayam dengan sayuran pada siang hari dengan cara memotong kecil-kecil sayuran tersebut, Jangan memberikan minum pada ayam kita saat siang hari karena akan berakibat ayam menjadi pilek, pemberian minum dilakukan pada sore hari saja, usahkan makanan yang kering-kering saja,karena makanan yang lembek akan berakibat ayam menjadi pilek dan ngorok, Lebih banyak kasih sayuran hijau, Mandikan ayam tapi jangan terlalu basah, hanya di usap saja,tanpa harus di basahi total,basahi ketiak ,dan sayap,agar bulu tidak kusam dan rontok. Biasanya kalau musim kemarau siang cuacanya panas dan malamnya cuaca kadang sangat dingin Usahan kandang ayam selalu hangat pada malam hari kalau perlu kasih lampu walau ayam itu sudah dewasa, Serta tutup agar tdk tergigit nyamuk.

Cara Mengobati Penyakit Korep Pada Ayam

Ini pengalaman sendiri ketika memiliki ayam jago yang terkena penyakit korep, atau penyakit yang menyebabkan kepala ayam jago berwarna putih seperti bedak, selain penyakit ini menular, korep juga menyebabkan daya tahan tubuh ayam menurun dan kurang fit, yam akan terlihat pucat dan untuk beberapa kasus kadang bisa menyebabkan kematian, bila korep sudah menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki. Ayam akan semakin terlihat pucat, nafsu makan menurun & akan semakin kurus hingga diakhiri dengan kematian Penyebab Korepan pada ayam aduan Penyakit penyakit korep bisanya timbul karena Kurangnya kebersihan dari permukaan kulit ayam, Bisa juga disebabkan pada waktu diadu kurang nya perawatan dalam membersihkan kepala sehingga menyebabkan korep. Selain itu juga bisa tertular oleh ayam jago lain saat di adu Pencegahan Penyakit korep Untuk pencegahan penyakit korep sendiri dapat dilakukan setiap ayam habis diadu atau dicoba, dengan melakukan pembasuhan muka atau permukaan kulit ayam dengan air hangat. Setelah itu berikanlah anti biotik atau alkohol untuk menghindari infeksi dan juga mencegah munculnya korep. Cara Mengobati Korep pada ayam jago Sebenarnya untuk saat ini sudah ada obat korep dari Thailand akan tetapi harganya cukup mahal, dan disini saya ingin berbagai cara mengobati penyakit korep yang mujarab dan manjur hanya dengan obat yang murah meriah, Ada cara yg lebih murah meriah dan hasilnya cukup manjur, separah apapun kondisi ayam, bisa segera disembuhkan. Cabuti bulu yg menempel bila kulit di bawah bulu terdapat korep. Pencabutan bulu ini sangat mudah karena akar bulu sdh terserang korep sehingga bulu tdk kuat lagi tertanam di kulit. Bila kulit blm terserang korep, pencabutan akan sulit & bulu tdk perlu dicabut. Jadi khusus kulit yg terkena korep saja, yg bulunya perlu dicabut/dihilangkan. Oleskan "minyak rem" apapun merknya, biasanya yg tipe DOT 3 untuk dioleskan ke bagian kulit yg terserang korep. Sambil mengoleskan minyak rem, korep yg ada kita gosok hingga lepas dr kulit ayam. Setelah korep benar2 bersih, oleskan sekali lagi minyak rem tadi ke bagian yg sakit. Selama pengobatan, tempatkan ayam pada tempat yang teduh & kering, dan terhindar dari sinar matahari. Ayam jangan kena air dan tidak perlu dijemur. Untuk menjaga agar badan tidak kaku, bisa diumbar di tempat berpasir yang teduh agar ayam bisa kipuh (mandi pasir). Selang 3hari, ulangi mengolesi tubuh & kepala ayam dgn minyak rem tersebut. Dalam 2x pengolesan, akan tampak kemajuan yg berarti. Korep akan hilang & ayam akan terlihat merah kembali. Selain cara diatas ada juga temen yang share katanya menggunakan obat cap kaki tiga, dan ada juga yang menyarankan memakai minyak tawon akan tetapi cara ini belum saya praktekan, yang sudah saya praktekan adalah yang menggunakan minyak rem ini, dan semoga artikel ini bermanfaat (sumber: milanistaindonesia.blogspot.com)